Dunia kecil



Dunia Kecil merekam sebuah kehidupan di sekitar yang sering ada namun sering tak terlihat. Di halaman belakang rumah adalah pilihan yang paling mudah untuk hunting video makro. Rerumputan hijau menyimpan banyak kehidupan kecil disana. Jika sehari-hari ditemui mungkin menjadi tak diperhatikan. Namun ketika di rekam ke dalam video, akan menampilkan sis-sisi yang jarang terlihat. Seperti belalang ini ternyata kulitnya becorak seperti batik. Warnanya yang keemasan memantulkan sinar matahari. 

Merekam serangga memang perlu kesabaran khusus. sudut pengambilan yang terbatas dikarenakan kecilnya ukuran obyek mengharuskan menggunakan lensa makro. Jika ingin menggunakan lensa makro, lensa third party menawarkan harga yang lebih murah dibanding lensa makro Canon maupun Nikon. Lensa makro Sigma 50mm f/2.8 Macro EX DG misalnya. Atau Tamron SP 60mm f/2 Di II Macro.
Jika ingin menggunakan lensa pabrikan kamera, lensa makro keluaran Canon, maka pilihan yang masuk akal adalah Canon EF-S 60mm f/2.8 USM Macro. Ada juga lensa makro premium Canon adalah lensa EF 100mm f/2.8L Macro IS USM. Lensa yang mirip namun bukan L series adalah Canon EF 100mm f/2.8 Macro USM. Lensa makro sendiri bisa menggunakan lensa khusus makro atau lensa biasa yang dimodifikasi sehingga menjadi lensa makro. Untuk mengubah lensa standar menjadi lensa makro bisa menggunakan beberapa cara.

filter close up. 
Filter close up dipasang di depan lensa. Tentu diameter filter harus disesuaikan dengan diameter lensa. Yang paling sering adalah menggunakan filter ukuran 50mm. Ini karena sebagian besar lensa standar menggunakan ring 50 mm.

Ekstension tube
Bentuknya menyerupai tabung dengan berbagai ukuran. Tabung Ini fungsinya menambah panjang vokal lensa / zoom lensa. Ukuran Ekstension tube ada berbagai macam. Umumnya 5mm sampai dengan 35mm. Ektension tube dipasang diantara lensa dan badan kamera. Pilih ektension tube yang sesuai dengan mounting atau dudukan lensa pada badan kamera. fungsi ektension tube menambah jarak antara elemen depan lensa dan bidang sensor, yang pada akhirnya akan meningkatkan perbesaran lensa dan mengubah minimal jarak fokus. Ekstension tube sering menjadi pilihan karena tidak memiliki optik di dalamnya, sehingga tidak akan mengakibatkan distorsi pada lensa.Kekurangannya adalah untuk ekstension tube sering mengakibatkan tidak berfungsinya fungsi elektronik lensa. Fungsi ini pada lensa modern saat ini digunakan oleh lensa untuk berkomunikasi dengan badan kamera agar badan kamera dapat melakukan perhitungan pada sensornya. Untuk merek terkenal memang tersedia fungsi elektronik, tetapi biasanya harganya cukup mahal.

Reserve lensa
Cara ketiga sering disebut reserve lensa. artinya membalik lensa. Cara ini memerlukan dua lensa, bisa lensa fiks dan lensa standar. Lensa yang terhubung nornal di badan lensa lebih baik lensa standar. Sering diposisikan sebagai lensa primer. Lensa yang dibalik dapat digunakan lensa fiks, ini diposisikan sebagai lensa sekunder. Untuk menyambungkan kedua lensa perlu cincin atau ring penghubung. Ring berhungsi sebagai penghubung bagian depan lensa yang terpasang di badan kamera dan ujung lensa yang dibalik.

Goncangan lensa
Menggunakan lensa zoom atau perbesaran tinggi, resiko getaran atau goncangan lensa (shake) sangat mungkin terjadi. Karena itu pemahaman lensa yang dipakai menjadi penting untuk video makro seperti ini. Pada video ini menggunakan lensa standar 24 - 105 mm. Lensa standar diperkuat perbesaran menggunakan ektension tube manual. untuk lensa manual lebih cocok menggunaka ektension tube yang manual. selain lebih murah, mode otomatis pada ring akan non aktif saat menggunakan lensa manual. Lensa manual biasanya memiliki ring diagfragma manual juga. ini menudahkan mengatur diagframa pada mode manual.
Berbeda dengan pengambilan foto. pada video getaran tidak akan membuat obyek blur, tetapi akan mengakibatkan frame video yang bergetar. pada video kecepatan rana atau shutter speed tidak akan berpengaruh signifikan pada hasil video. Dengan menggunakan shutter speed diseuaikan dengan frame rate video yang dipakai yaitu 50p atau 25p.
Tripod mutlak dipakai, tetapi lebih baik menggunakan tripod yang ringan, atau monopod. Sudut pengambilan yang sempit sering membuat sulit menempatkan tripod secara sempurna. Ada baiknya menggunakan lensa yang dimensinya tidak terlalu besar, karena goncangan yang disangga oleh tangan lumayan besar. Walaupun sudah disangga tripod, sedikit saja sentuhan tangan pada lensa atau kamera akan mengakibatkan goncangan pada frame. Jangan lupa bersabar dan jeli. Bersabar karena obyek yang sensitif akan gerakan. Jeli karena lebih mudah menggunaka mode manual daripada auto. Konsekuensinya, karena deep of field atau ruang tajam yang sempit menuntut ketelitian menentukan fokus pada obyek. Berikutnya, pada obyek yang memiliki mata, jangan lupa point of interest fokus lensa pada mata, dan selamat berburu dan melatih kesabaran. (opi)

No comments:

search