Membuat patung
Seni tradisional orang Dayak, di kalimantan Barat. Dahulu sering dikenal juga Pantak, patung kayu dari orang yang telah meninggal. Pembuatan patung atau pantak lebbig dimaksudkan sebagai penghormatan terhadap orang, leluhur yang telah meninggal dahulu.
Di Kalimantan terdapat spesies kayu yang terkenal keras dan "anti" lapuk. Kayu Belian atau Kayu ulin terkenal karena sangat keras dan tahan terhadap air ataupun panas. Pada jamannya kayu ini menjadi primadona bahan bangunan karena keawetannya.
Ulin berjenis pohon besar yang tingginya dapat mencapai 50 m dengan diameter sampai 120 cm . Pohon ini cocok tumbuh di pulau kalimantan yang mempunyai dataran rendah sampai ketinggian 5 - 400 m. Kayu Ulin dapat tumbug di atas permutan dengan medan datar sampai miring, tumbuh terpencar atau mengelompok dalam hutan campuran namun sangat jarang dijumpai di habitat rawa-rawa. Kayu Ulin sangat tahan terhadap perubahan suhu, kelembaban, dan pengaruh air laut sehingga sifat kayunya sangat berat dan eras.
Sampai saat ini bangunan yang terbuat dari kayu belian masih banyak yang masih berdiri kokoh dan menghadapi cuaca yang ekstrim.
Salah satu bangunan yang saat ini mash menggunakan kayo belian adalah masjid jami di kota pontianak. Pendiri masjid sekaligus pendiri Kota Pontianak adalah Syarif Abdurrahman Alkadrie. Ia seorang keturunan Arab, anak Al Habib Husein, seorang penyebar agama Islam dari Jawa. Al Habib Husein datang ke Kerajaan Matan pada 1733 Masehi.(wikipedia)
Masjid ini menggunakan enam pilar dari kayu belian berdiameter setengah meter di dalam masjid. Pilar masjid ini sangat besar, jika diukur dua orang dewasa tidak dapat melingkarinya, saat ini mencari kayu belian seukuran itu. Selain pilar utama, juga ada tiang penyangga lainnya yang menjulang ke langit-langit masjid, berbentuk bujur sangkar.
Hampir seluruhnya konstruksi bangunan masjid terbuat dari kayu belian. Atapnya kini menggunakan sirap, potongan belian berukuran tipis, bertingkat-tingkat. (opi.)
Buat Patung
📅 2016-03-02T11:52:00+07:00

No comments: