Hasil Pencarian
Showing posts with label kisah. Show all posts

Pedagi; Ritual Penghormatan Leluhur Dayak

Rancak anyaman bambu tempat meletakkan sesaji ritual Pedagi

Perjalanan kali ini saya akan berkisah tentang salah satu ritual komunitas Dayak di Kabupaten Sanggau. Kota Sanggau berjarak 250 kilometer dari Kota Pontianak. Tempatnya berada di tepi jalan utama dan secara administratif berada di desa Sungai Mawang, tidak jauh dari Kota Sanggau. Perjalanan saya bertepatan dengan salah satu pesta adat terbesar di Sanggau yang diadakan setiap tahun, yaitu pesta Gawai Dayak yang disebut Nosu Minu Podi.

Kisah Butir Padi Mengecil, Memaknai Pangan Orang Hibun.


Masyarakat Dayak di Kalimantan dikenal sebagai masyarakat peladang. Sistem menanam padi tanpa irigasi ini telah dilakukan orang dayak sejak lama. Banyak cerita yang mengisahkan bagaimana kehidupan masyarakat dayak jaman dahulu. Meski minim tertulis dalam literatur berbagai catatan masih dapat ditemui. Sejak adanya perjalanan oleh orang eropa ke Borneo. Tercatat sejak tahun 1500an muncul tulisan tentang borneo. Catatan Card Bock, seorang penjelajah, naturalis asal norwegia pada 1882 menyebutkan, bagi orang dayak pertanian adalah yang utama. Dalam satu keluarga memiliki sebidang tanah di hutan. Hasil ladang cukup untuk kebutuhan selama satu tahun. Namun ketika terjadi kekeringan seperti tahun 1878, orang dayak saat itu tergantung pada umbi-umbian dan buah dan tanaman hutan. 

Sengkubung; Kampung Diujung Sisa Waktu

Suasana pekarangan rumah di Sengkubung.

Jalanan berliku, panjang, panas, dan berdebu. Itulah gambaran perjalanan kali ini. Itu belum lengkap, banyak jalan sisa aspal yang sudah rusak dan ditimbun tanah merah. Jalanan berdebu hebat. Bulan mei tahun ini hujan terasa enggan menyapa bumi kalimantan, mungkin sudah bisa dikatakan kemarau. Sudah mendekati dua minggu tidak diguyur hujan. Kalaupun ada hanya sebagian kecil dengan intensitas sangat ringan. Perjalanan ini dimulai dari Desa Merbang menuju kampung Sengkubung di Belitang Hulu. Tidak sendiri, saya bersama keluarga. Belitang Hulu adalah kecamatan paling ujung utara yang secara geografis perbatasan sekadau sintang. Misinya adalah ikut gawai kampung. Selama tinggal di Kalimantan, belum pernah mengikuti gawai di kampung. Gawai merupakan pesta syukur terhadap panen yang setiap tahun diadakan masyarakat dayak di Kalimantan.

Kerok telor, cara unik usir masuk angin.

Debu jalanan, penyumbang masuk angin

Perjalanan yang jauh dan kondisi jalan rusak membuat badan lekas lelah. Cuaca kering yang panas dan menyengat menambah capek makin berat. Ditambah lagi debu sisa kendaraan lewat sepanjang jalan perkebunan sawit serasa mencekik pernapasan. Begitulah gambaran kami saat menempuh perjalanan ke kampung Sengkubung, Belitang Hulu, Kabupaten Sekadau. Bagi warga asli daerah ini bisa jadi tidak menjadi kendala. Kondisi ini mereka terima sekian lama hingga menjadi makanan sehari hari. Namun bagi kami ini seperti mengikuti ajang rally di gurun pasir, panas menyengat yang melelahkan.
@baner karhutla
Banner Pop-up