Warna Alam, Sungai Utik di Kapuas Hulu



Warna alam, sungai utik di Kapuas Hulu

60 menit dari kota pontianak, 70 km dari ibu kota putussibau. Sungai utik, menyimpan sejarah orang dayak iban.Sungai utik melestarikan 9000 hektar lebih hutan hujan tropis demi keberlangsungan hidup mengetahui tata kelola hutan melalui adat istiadat berdasarkan kearifan manusia dan tinggal bersama alam sekitarnya.Di antara suara hutan, menghirup udara alam sejati. Menikmati hutan sungai utik yang masih kokoh lestari, merasakan segarnya air sungai bebatuan dari mata air hutan adat. 
Laboratorium alam tentang beragam tanaman hutan. Spesies langka yang jarang ditemui, pohon-pohon khas pulau kalimantan, tanaman obat tradisional dan mengetahui kearifan lokal pemanfaatan hutan dengan yang secara turun temurun dilakukan yaitu tembawang.Sistem tata kelola hutan tembawang hutan dikelola secara berkelanjutan sesuai kearifan dan aturan sosial lokal. Membuka ladang, mereka selalu meninggalkan sejumlah pohon tetap berdiri.Dengan memperhitungkan jenis pohon yang ditanam, waktu tanam, dan tidak membabat habis hutan.
Melalui sistem itu, model tata kelola itu membuat hutan adat sui utik punya beragam jenis tumbuhan sumber pangan, obat-obatan, bahan bangunan serta penghasil komoditas komersial seperti karet dan tengkawang.Bertemu dan mendengar langsung cerita orang dayak iban tentang kehidupannya di rumah betang, rumah panjang dayak iban Pengalaman yang tak terlupakan menyaksikan bagaimana masyarakat adat dayak iban di sui utik memaknai hutan dan kehidupan melalui tenun/ anyaman dan adat istiadat.Di hutan sui utik, kita belajar bagaimana masyarakat adat iban di sini bekerjasama dengan alam, mengelola hutan dengan cara yang adaptif dan kolaboratif untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Sungai utik surga hutan dan adat istiadat, laboratorium alami hutan, dan pengetahuan pelestarian kehidupan.

No comments:

search