Cerita bergambar tentang burung Enggang, burung khas Kalimantan, burung yang dihormati masyarakat adat Dayak di Kalimantan.
Cerita & Narator: Claudia Liberani
saomamasa | Gambar & video: Panca Esti
pancaesti
Keberadaan spesies burung enggang saat ini diketahui sangat sedikit jumlahnya. Faktor lingkungan hutan yang berubah menjadi salah satu penyebab utama berkurangnya enggang. Enggang dikenal peka dengan perubahan ekosistem hutan. Mereka akan cenderung mencari hutan hujan yang masih asli untuk tempat tinggalnya. Menurunnya luas dan kualitas hutan membuat enggang sulit beradaptasi untuk hidup. Enggang juga memiliki sifat monogami. Secara alami enggang akan hidup bersama satu pasangan sampai mati. Jika salah satu mati, dia tidak akan mencari pasangan kembali. Enggang juga dikenal memiliki sifat bekerjasama bersama pasangannya. Betina lebih banyak mengurung diri di dalam lobang jika memiliki telur dan anak. Sementara tugas enggang jantan mencari makan di hutan sekeliling.
Selain setia enggang dikenal memiliki usia yang panjang, hingga mencapai puluhan tahun. Enggang juga punya banyak spesies. Namun banyak spesies enggang yang diduga telah punah.
Nah...siapa yang tertarik memelihara burung enggang? semoga tidak ya. Biarkan mereka hidup di habitatnya tanpa campur tangan manusia. Kita cukup kagumi keelokan motif dan warna bulunya, kepakan sayapnya yang telah mengisi komunitas hutan hujan ribuan tahun.
Salam lestari. (ca)
No comments: