Panen Padi



Cerita fiksi ringan berlatar belakang kehidupan di sebuah kampung. Dalam bentuk komik.

Kali ini kisah panen padi atau ketam padi yang dilakukan diladang. Ladang yang merupakan sistem bertanam padi di tanah kering yang dilakukan pada masyarakat dayak di Kalimantan. Panen padi ladang (padi gunung) merupakan momen sakral yang merefleksikan keharmonisan hubungan antara masyarakat adat Dayak di Kalimantan dengan alam tempat mereka bernaung. Dikelola melalui sistem berladang gilir balik yang mengandalkan keanekaragaman hayati tanah hujan, proses pengerjaannya mengutamakan prinsip gotong royong atau dikenal dengan istilah handep atau saale’. Masyarakat memetik bulir padi menggunakan alat tradisional ketam atau ani-ani untuk menjaga kualitas benih lokal seperti padi merah, hitam, dan wangi agar tidak rusak. 


Keberhasilan panen ini akan dirayakan melalui ritual syukur adat seperti tradisi Naik Dango di atau Gawai Dayak di berbagai wilayah Kalimantan sebagai ungkapan terima kasih kepada Sang Pencipta dan leluhur atas melimpahnya bahan pangan.

Secara ekonomis dan ketahanan pangan, Produksi padi ladang berbeda dengan padi sawah irigasi modern. Rata-rata hasil panen padi ladang berkisar antara 1,5 hingga 3 ton per hektar dalam satu siklus tanam per tahun yang berlangsung sekitar 5–6 bulan. Walaupun jumlah produksinya terbilang lebih sedikit dibandingkan padi sawah irigasi yang mampu menghasilkan 5–7 ton per hektar, satu keluarga Dayak umumnya mengolah 1 hingga 2 hektar ladang untuk mencukupi kebutuhan beras mandiri selama satu tahun penuh. 

Padi hasil panen ini disimpan dalam lumbung tradisional (pangkongatau tongkon) dan jarang dijual untuk komersialisasi, menjadikannya pilar utama pendaulatan pangan lokal yang tangguh serta rendah jejak karbon.

***

Komik ini karya lama yang pernah diunggah di Intagram dan Facebook. Di Blog ini melengkapi dokumen di dunia digital sehingga bisa dinikmati oleh siapa saja dalam waktu yang lama.



No comments:

search